Kulihat agak sedikit bingung, Mamak bilang " Oh ya??? Karena sering makan enak terus gitu??? Mamak kira sakit seperti itu cuma dialami sama Ibu-ibu yang setelah melahirkan tapi ASInya gak keluar." dengan sedikit mendekatkan wajahnya ke arahku yang begitu serius dengan karyaku, Mamak melanjutkan "Selama ini Mamak kira kalau bejolan di Payudara itu adalah Kanker, teryata bukan ya?"
Melihat keseriusan Mamak dalam pembahasan ini, Aku mengalihkan fokusku sejenak dan bilang "Benjolan di Payudara itu gak selalu Kanker, kan ada jenis-jenisnya. Kanker pun ada jenisnya. Kita lihat lagi dari karakteristik benjolan dan anamnesa Pasiennya Mak. Itu pun belum cukup, masih harus dilakukan pemeriksaan diagnostik untuk menunjang diagnosa, dll." Tak bermaksud menggurui, lalu Aku kembali mengerjakan karyaku itu.
........... hening sejenak sampai akhirnya Mamak bilang
"Masa gitu, sering makan enak jadi penyebab benjolan???"
Melihat kebingungan Mamak, Aku sontak menjawab "Makanya, beruntunglah Kita yang makannya biasa aja. Isi kulkas pun gak pernah lepas dari Telor dan Kecap."
Lalu Mamak dan Aku tertawa terbahak-bahak. *HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Ya, sedikit flash back ke masa lalu tepatnya sejak Aku masih duduk di sekolah dasar sampai saat ini memang Telor dan Kecap itu sepertinya menjadi sesuatu yang tidak boleh sampai terlewatkan. Selain murah, juga mudah untuk diolah, dan yang penting enak dimakan bersama apa saja.
Dengan mengesampingkan mitos "Banyak makan telor nanti bisulan" Telor berhasil menempatkan dirinya dalam urutan pertama yang Aku ingat tiap kali cacing-cacing menggelar konser cetar dan menari maju-mundur cantik dalam perutku.
Kalau orang cina menerapkan "makan nasi bubur" sebagai bentuk rasa prihatin atas kehidupannya, dan akan berubah pelan-pelan seiring meningkatnya taraf hidup.
Kalau di rumah menerapkan "jangan sampai kehabisan stok Telor dan Kecap" sebagai bentuk rasa prihatin atas kehidupan di masa lalu, namun perbedaannya adalah, hal itu masih terus ada sampai saat ini meskipun kehidupan Kami sudah sangat jauh lebih baik. *HAHAHAHAHAHAHAHA
Kadang dengan melihat Telor dan Kecap, bisa membuat rasa syukur tersendiri bagiku.
Sampai-sampai Telor dan Kecap menjadi makanan paling favorit buat Aku. Mungkin kalau ada Pizza atau Spaghetti atau makanan modern lainnya dan ada Telor + Kecap, Aku akan dengan tegas memilih Telor dan Kecap. *Sedikit lebay hana peu-peu lah =D
Ya, begitulah awal mula persahabatan antara Aku, Telor, dan Kecap. *HAHAHAHAHAH
Dan ya,
Aku dan Mamak terus tertawa sampai-sampai Aku gak sanggup lagi mengerjakan karyaku. *Alesan aja sih, yang sebenarnya sudah capek dan ngantuk =P
![]() |
| Selain Telur Ayam Negeri, Aku juga suka banget Telur Ayam Kampung. |
Aku paling suka banget masak Telor dadar, mulai dari yang basah sampai yang kering bisa. Untuk yang tipe basah mungkin semua orang bisa, tapi kalau tipe yang kering Aku jamin gak semua orang bisa, karena Ayahku yang jago masak aja belum bisa nemuin formulaku bikin Telor dadar kering. *HAHAHAHAHA
Berawal dari persahatanku dengan Telor inilah Aku jadi suka masak, dan merambah ke bikin Cake, Cokelat Praline, sampai penganan iseng-iseng sebagai teman saat nonton tipi. Oh ya, ilmunya juga Aku dapat dari Tanteku (Tante Ella) yang super duper deh jago banget soal pembuatan Cake apapun dan olahan cokelat apapun.
![]() |
| Kecap A*C adalah favoriteku. Tapi sekarang sulit banget mendapatkan itu. Sekarang lebih banyak merk lain. Meski begitu, A*C tetap selalu di hati. |
Entah sampai kapan Telor dan Kecap menemani Aku, mungkin sampai nanti.. *HAHAHAHAHA












