Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 26 Juni 2015

Cinta Sebening Embun

Pernahkah Kau coba menerka, apa yang tersembunyi di sudut hati..
Derita di mata, derita dalam jiwa, kenapa tak engkau perdulikan?

Sepasang kepodang terbang melambung, menukik bawa seberkas pelangi..
Gelora cinta, gelora dalam dada, kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Selama musim belum bergulir, masih ada waktu saling membuka diri..
Sejauh batas pengertian, pintupun tersibak, cinta mengalir sebening embun..

Kasihpun mulai deras mengalir, cermerlang sebening embun..

Pernahkah Kau coba membaca sorot mata dalam menyimpan rindu..
Sejuta impian, sejuta harapan, kenapakah mesti engkau abaikan?

Selama musim belum bergulir, masih ada waktu saling membuka diri..
Sejauh batas pengertian, pintupun tersibak, cinta mengalir sebening embun..

Kasihpun mulai deras mengalir, cermerlang sebening embun..

-Ebiet G. Ade

Senin, 22 Juni 2015

MERANTAU

Dapat kiriman ini ditengah siang bolong  dari seorang teman asal Lombok yang sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini sedang merantau di Jogjakarta.

Agak emejing bingit plus muka datar, sebut saja pria yang sedikit ke-mellow-mellow-an ini ngeshare beginian ='D

Mungkin sedang rindu kampung halaman...

Kapan ya bisa ketemu #eeh merantau (lagi) dan dalam waktu yang lebih lama lagi???

As people know that...
"There is no growth in comfort zone. And also there will be no comfort zone to grow."
-Annonymous

Well,
Langsung aja cekidot gan!

==============================================


MERANTAU

Orang yang berakal dan berbudaya takkan tenang berdiam di satu tempat..
Karena itu, tinggalkanlah kampung halaman dan mengembaralah!

Pergilah, niscaya kau akan menemukan ganti dari orang yang kau tinggalkan..
Dan berusahalah karena kenikmatan hidup ada dalam usaha

Aku melihat genangan air dapat merusak air tersebut..
Sekiranya air itu mengalir, niscaya ia menjadi baik, jika ia diam maka ia menjadi rusak

Seekor singa, jika tidak meninggalkan hutan, ia tidak akan menjadi buas..
Anak panah, jika tidak meninggalkan busur, ia tidak akan mengenai sasarannya

Jika matahari selamanya tetap pada orbitnya
Niscaya orang Arab dan non-Arab akan bosan melihatnya

Emas itu seperti tanah jika dibiarkan di tempat aslinya..
Dahan yang jatuh ke tanah hanya akan menjadi kayu bakar

Jika seseorang mengembara maka pencariannya akan mulia..
Jika ia mengembara maka ia akan mulia seperti emas. (Nasehat Imam Syafi’i)

Meninggalkan orang tua yg beranjak menua bukan lah perkara yg gampang, memasrahkan diri untuk mati ditanah sendiri juga bukan balasan yg pantas diberikan kepada mereka atas segala upaya yg telah di usahakan demi buah hatinya. Lekas seka air mata, anakmu hanya sedang merantau..

Dari seorang Teman:
Rahmat Hidayat :)

Sabtu, 20 Juni 2015

Belum Ada Judul (Part 2)

Tiba-tiba saja teringat pada seorang Kakak yang saat ini berada jauh disana.

Teringat betapa singkatnya waktu yang Kami lalui bersama, namun mampu membuat persaudaraan diantara Kami senantiasa terjaga.

Entah sudah berapa lama Postcard itu tiba di rumah, namun Aku sama sekali tak menyadarinya.


Ah Kak Ana,

Manis sekali isi Postcard itu..

Membuatku rindu..

Kapan lagi Kita dapat bertemu?


Kenangan kita takkan pernah ku lupa...

Bersama berbagi cerita, canda, dan tawa..

Masa-masa sulit tak membuat kita terpisah..

Semoga ukhuwah ini selamanya..

Jumat, 19 Juni 2015

Rindu

Satu dari betumpuk-tumpuknya kerinduan yang entah kapan dapat tersampaikan..

Satu saja dari beribu-ribu rindu yang membelenggu..

Rindu yang selalu datang tanpa pernah Aku undang..

Rindu yang senantiasa ada dikala Aku pasrah..

Rindu yang bahkan tak pernah Aku sangka kemana akan bermuara..

Satu rindu yang membuat raga ini terasa kaku..

Rindu yang mungkin hanya sekedar rindu sampai berakhirnya waktu..

Ah tidak,

Untuk kali ini saja..
Inginku dapat lebih dari itu..

Rindu yang Aku inginkan tuk segera berlabuh..

Rindu dimana hanya DIA yang tahu kepada siapa sang rindu ini tertuju..

Selasa, 16 Juni 2015

Bis dan Segudang Cerita Di Dalamnya

Waktu lagi ngobrol sama seseorang via BBM, tiba-tiba jadi teringat salah satu moda transportasi yang masih eksis sampai sekarang di Jakarta yang menjadi andalan utama Masyarakat Jakarta dan sekitarnya, yaitu Bis.

Well,
Bukan karena partner ngobrol Saya itu seorang sopir Bis atau bahkan mirip dengan Bis ya #Imagine
Tapi karena memang dalam obrolan Kami saat itu terselip topik tentang Bis yang akhirnya membuat Saya teringat begitu banyak cerita antara Saya dan Bis.

#eeh dibuat judul FTV juga bagus tuh "Cerita Antara Aku dan Bis".
Klo seperti itu judulnya, ceritanya sudah pasti bukan tentang percintaanlah.. Masa iya cinta-cintaan sama Bis ='D Hahahahaha

Bis adalah satu-satunya alat transportasi yang paling Saya andalkan untuk mencapai tempat yang menjadi tujuan Saya.
Meski begitu, Bis tetap saja tidak bisa menjadi alat yang dapat Saya andalkan untuk mendapatkan tempat di hatinya #GagalFokus

Pertemanan Saya dengan Bis dimulai saat Saya memasuki bangku perkuliahan, karena saat itu Saya berkuliah di Jakarta, namun tetap tinggal di Tangerang.
Jadi sehari-hari Saya selalu mengandalkan alat transportasi yang berbentuk persegi panjang, memiliki 2 pintu, dengan kapasitas -/+ 40 kursi, dan memiliki 4 roda yang besar-besar ini, terutama untuk Bis 104 dan Bis 157, karena memang keduanya mematok tarif yang bersahabat sekali dengan kantong Saya, pun sudah dilengkapi dengan AC yang langsung disediakan oleh alam =D Hahahaha

Tak jarang pula klo perkuliahan terasa begitu melelahkan, Saya beralih menggunakan Bis dengan AC buatan, karena selain lebih sepi pun lebih nyaman untuk menikmati perjalanan pulang ditemani dengan alunan musik yang diputar melalui HP sembari melihat pemandangan gedung-gedung bertingkat ^_^

Begitu seringnya Saya menunggangi Bis, sampai-sampai tidak jarang Pak Kondektur ataupun Pak Sopirnya minta aplusan sama Saya #eh maksudnya hapal dengan Saya, dimana Saya akan turun, apakah Saya bayar atau enggak, hahahahaha.. :D

Nah,
Sejak saat itulah Bis sudah bagai rumah ketiga bagi Saya. Berbagai peristiwa mulai dari yang sedih banget, takut banget, dan koplak banget sering Saya alami.
Menggunakan Bis juga banyak mengajarkan Saya nilai-nilai sosial, arti berbagi, dan untuk selalu waspada terhadap apapun.

Berikut beberapa cerita yang pernah Saya alami saat masih sering menggunakan Bis..

Pernah satu waktu sepulang kuliah, Saya menaiki Bis 104, karena memang bis itu rutenya melewati jalan depan rumah. Ingat sekali, saat itu sedang besar berita di media tentang teroris kelompok Amrozi cs. Saya termasuk yang mengikuti perkembangan berita tersebut. Nah, tidak lama sejak menaiki Bis tersebut, tiba-tiba Bis yang Saya tumpangi berhenti, karena memang ada penumpang lain yang ingin ikut. Awalnya Saya tidak begitu memperdulikan dan tetap asik menikmati pemandangan dari jendela. Tapi lama kelamaan Saya merasakan sesuatu yang tidak enak, Saya melihat beberapa orang dengan jubahnya yang besar-besar berwarna putih lengkap dengan janggut yang panjang, sebagian memakai peci, sebagian lagi tidak, membuat Saya teringat akan stigma Masyarakat dan media tentang gambaran seorang teroris. Saya mencoba untuk bersikap tenang saat itu. Tapi ternyata pikiran Saya tidak mengijinkan Saya untuk bersikap biasa saja. Pikiran Saya seolah memutar kembali pemberitaan di media tentang teroris, bom bunuh diri, dan lain-lain. Tak terasa buah hasil dari pikiran Saya itu membuat jantung Saya berdebar lebih kencang bagai genderang mau perang #eh dan membuat Saya berkeringat dingin. Karena tidak tahan diliputi perasaan takut dan khawatir akan kejadian-kejadian tersebut, akhirnya Saya memutuskan untuk turun tidak jauh dari tempat pertama kali memberhentikan Bis itu. Dalam hati, Saya istighfar dan mohon ampunanNya karena Sebagai seorang muslim telah turut mempercayai bahkan mencurigai sesama muslim #SedihSangat :'(

Berikut kejadian yang tidak kalah mencekamnya dari yang di atas.

Saat masih duduk dibangku kuliah, hampir tiap akhir minggu Saya selalu menyempatkan untuk mengunjungi rumah Nenek di Cileungsi.
Butuh waktu -/+ 2 sampai 3 jam untuk tiba di rumah Nenek dengan menggunakan Bis ditambah dua kali ganti angkutan umum kecil.
Saya senang sekali di rumah Nenek, selain masih asri, halamannya pun luas ditumbuhi beberapa pohon buah-buahan, sayur-sayuran, dilengkapi dengan kolam ikan kecil dan saungan sejadi-jadinya.
Sungguh tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu dan melarikan diri dari kenyataan #Oops maksudnya penatnya kehidupan Jakarta.
Tak terasa tibalah hari dimana sudah waktunya Saya untuk pulang dan kembali bergelut dengan sibuknya kehidupan di Ibu Kota.
Seperti biasa, setelah menumpang 2 kali angkutan kecil, tibalah Saya di Terminal Kampung Rambutan. Dari terminal ini Saya melanjutkan perjalanan pulang menggunakan Bis 74A jurusan Tangerang atau Islamic.
Disinilah cerita mencekam itu dimulai.
Seingat Saya, waktu itu tepatnya sore hari, Saya menaiki Bis yang "ngetem" paling depan, karena biasanya Bis itu yang jalan paling duluan.
Beruntung sekali Bis masih kosong sehingga Saya bisa dengan leluasa memilih bangku. Biasanya Saya selalu duduk di bangku paling depan tepat dibelakang Pak Sopir atau di depan pintu depan (Bis ada dua pintu; belakang dan depan), selain karena bisa melihat lebih luas ke arah luar pun karena klo duduk di tengah atau belakang itu terlalu padat, bisa bikin Saya pusing dan mual.
Singkat cerita, ternyata Saya tidak sendirian di dalam Bis itu. Ada satu orang laki-laki dewasa tidur di bangku di belakang bangku Sopir, dan akhirnya Saya harus mengalah dan memilih duduk di bangku paling depan di seberangnya.
Awalnya Saya biasa saja, sampai pada akhirnya orang itu bangun dan tak lama kemudian menyapa Saya. Dengan ramah penuh waspada Saya menjawab orang itu. Tidak hanya berhenti sampai disitu, orang itu mulai banyak bicara, Saya mencoba untuk tidak meladeninya dan memilih membuka tas mencoba mencari sesuatu yang memang tidak pernah keluar dari tas Saya yang sengaja disiapkan untuk melindungi diri.
Saat itu Saya hanya berharap ada oranglain lagi memasuki Bis yang Saya tumpangi sehingga Saya bisa merasa lebih aman, namun itu hanya harapan semu, sudah -/+ 10 menitan yang rasanya bagaikan sewindu itu tidak juga ada tanda-tanda kemunculan penumpang lain.
Semakin takut dan mencoba untuk terlihat biasa saja ketika seseorang itu mulai memperbaiki duduknya, sedikit menghampiri Saya sambil berkata "Kok Adek gak takut pergi-pergi sendirian?"
Tanpa pikir panjang dan ragu, sesuatu yang sudah Saya pegang dan masih disembunyikan di dalam tas itu akhirnya sengaja Saya keluarkan sambil berpura-pura memotong benang di tas dengan tujuan supaya orang itu melihat dan berhenti untuk mengganggu Saya.
Benar saja, setelahnya, orang itu mulai mengurangi bicara dan tak lama kemudian memilih turun dari bis yang disambut dengan mulai berdatangannya penumpang lain. Kurang dari 1 jam akhirnya Bis yang Saya tumpangi pergi meninggalkan terminal tanpa orang aneh yang mencoba mengganggu Saya.
Alhamdulillah, Allah SWT sayang sekali sama Saya :)

Ada juga kejadian yang absurd banget Saya alami. Saat itu Saya sudah bekerja disalah satu perusahaan telekomunikasi di Jakarta. Malam hari sepulang kerja, Saya kembali menggunakan Bis. Saya lupa Bis apa yang Saya  tumpangi, namun ada kejadian yang sungguh membuat Saya menelan ludah banyak-banyak. Bagaimana tidak kalau Saya duduk dengan seorang Bapak-bapak yang bahkan Saya sama sekali tidak pernah mengenalnya, kemudian meminta Saya untuk dijadikan menantunya #MataBelo #NelenLudah #AlamakTuluuuuung >_<
Bapak itu tampak antusias sekali menceritakan tentang anak laki-lakinya yang sepertinya sudah sukses dan membuat orangtuanya bangga, sedangkan Saya, dengan perasaan tidak enak hati terus mencoba untuk menghargai dan sedikit memberikan respon yang mudah-mudahan terdengar antusias juga seperti "Oh iya Pak?" "Wah, Alhamdulillah ya" "Beruntung sekali" "Oh begitu" T_T Hiks Hiks Hiks #AdekNgantukBang
Beruntung sekali saat itu Saya memilih menempati bangku untuk 3 orang, entah bagaimana jadinya klo saja saat itu Saya duduk di bangku untuk 2 orang dan hanya berdua saja dengan Bapak itu #MendadakPusingPalaAdekBang @_@

Hal koplak Saya dengan Bis lainnya adalah ketika Saya ingin menuju ke suatu tempat tapi Saya lupa kemana tujuan Saya saat itu.
Mungkin ke hatimu #GagalFokus
Saat itu ingat sekali Saya naik Bis 157 jurusan Pasar Senen, tapi bukan untuk ke Pasar Senen tujuan Saya.
Saat itu siang hari, panas sekali sampai-sampai angin yang masuk ke dalam pun terasa begitu panas. Rasanya Saya sudah seperti daging sate yang hampir matang dan siap untuk dihidangkan bersama bumbu kacang medok + sambal #Nyam-nyam :9
Entah kenapa, sesuatu yang belum Saya pahami hingga saat ini, tiap kali naik bis dengan AC alam, meski terasa begitu panas, tapi justru malah ngantuk yang Saya rasakan, dan sebaliknya, ketika naik bis AC beneran, Saya justru tidak pernah merasa ngantuk dan cenderung melamun sepanjang jalan entah memikirkan apa, Saya tidak tahu.
Saking ngantuknya, Saya bahkan sampai lelap tertidur, dan baru bangun ketika Pak Kondektur membangunkan Saya dan memberitahu bahwa Bis sudah sampai diujung penghabisan, Terminal Pasar Senen.
Sontak Saya kaget bukan kepalang, sambil mencoba memanggil sisa ruh Saya yang masih bertebaran keluar dari tubuh, Saya menoleh ke kanan dan kiri.
Apa yang Saya dapatkan adalah BIS SUDAH KOSONG!!! #Kaget #Malu #Ngantuk bukan main.
Dengan berlagak sok cool dan sedikit cengengesan menahan malu, Saya bilang "Eh, sudah sampai ya Pak." Padahal sadar sekali kalau tempat tujuan Saya sudah terlewat sangat jauh #NangisDalamHati
Kemudian Pak Kondektur itu bilang "Iya Dek, sudah lama sampai. Dikira sudah kosong, gak tahunya masih ada yang tidur." #Alamaaaaak tambah malulah Saya, terlihat sekali klo Saya begitu nyenyak, untung tidak sampai mengeluarkan sesuatu #Bisik Saya dalam hati ='B
Lalu Saya turun meninggalkan Bis itu, dan kembali memperbaiki perjalanan Saya.

Banyak sekali cerita-cerita seru antara Saya dan Bis.
Mulai dari ngejar-ngejar Bis, eh yang berhenti malah Taksi :D Hahahaha

Lalu cepat-cepat naik Bis karena turun hujan, eh gak taunya salah naik Bis dan kehujanan pula di dalam Bis karena ternyata Bangku yang Saya duduki atapnya bocor #MirisSangat =))

Lalu saat Saya ketiduran dan lupa bayar =)) #Mudah-mudahan Abang-abang Bisnya ikhlas dunia akhirat

Sampai ditinggal pergi gebetan waktu masih kuliah cuma gara-gara Saya kemana-kemana naik Bis =)) Hahahaha

Tapi bukan hanya cerita dan pengalaman saja yang Saya dapatkan.
Selama Saya naik Bis, Saya juga banyak melihat berbagai macam karakter orang.
Dan sangat menyedihkan ketika Saya harus menyimpulkan bahwa kebanyakan Masyarakat Ibu Kota sekarang jauh lebih egois dan hanya mementingkan diri sendiri.

Terbukti dari beberapa kali Saya harus merelakan bangku yang Saya duduki untuk diberikan pada seorang Ibu hamil, orangtua renta, orang buta, dan lainnya dan membiarkan mereka memenangkan egonya.

Hey!
Apakah sudah separah ini dampak dari kerasnya kehidupan di Ibu Kota sampai menghapus rasa kepedulian dan keinginan untuk sekedar berbagi tempat duduk dengan yang lebih membutuhkan???

Kadang Saya berpikir, bagaimana klo hal itu berbalik kepada mereka.
Apa yang akan mereka rasakan?
Apakah mereka akan merasa biasa saja?
Ataukah mereka akan mengharapkan simpati oranglain untuk sebuah tempat duduk?

Ah, percuma dipikirkan.
Kebanyakan jiwa-jiwa mereka sudah mati sejak lebih dari 1 dekade silam saat krisis moneter melanda Indonesia.

Ini hanya contoh paling kecil sekali sebagai bukti sudah hilangnya kearifan lokal Masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Begitulah sedikit cerita antara Saya dan Bis.
Kadang Saya rindu untuk sekadar bisa merasakan kembali momen itu, tapi apalah daya, karena saat ini baik itu tempat kerja atau apapun itu sudah dapat dijangkau hanya dalam waktu beberapa menit saja dari rumah :)

Sekarang Saya hanya bisa tertawa melihat ada yang mengejar bis dan lainnya.
Tertawa karena Saya teringat masa-masa kebersamaan Saya dan Bis.

Baiklaaah,
Sepertinya jari-jari cantik Saya minta diistirahatkan..
Sekian dulu untuk halaman ini..

See yaaaaaa ^_^

Lamunan Seorang Sahabat

Terperangkap dalam sebuah ruangan penuh cahaya..
Terang dan sunyi, namun terasa ramai..
Sekilas dari balik jendela terlihat angin dan hujan memainkan perannya..
Seolah ingin menghiburku yang sedikit gundah..

Tenggelam dalam lamunan sebuah harapan..
*klentang.. klenting.. Bunyi suara pertanda sebuah pesan baru Aku terima..
Kaget bukan kepalang, Kawan lama yang telah lama hilang kini datang..

Aah..
Tak sabar menunggu hari esok tiba..
Hari dimana Kita akan bernostalgia bersama..

Teruntuk Sahabat kecilku :)

Senin, 15 Juni 2015

Urusan Hati

Shift malam kali ini sangat menguras pikiran dan perasaan.
Bukan karena terbebani dengan tugas-tugas yang banyak, tapi lebih kepada urusan hati.

Sepertinya urusan yang paling panjang prosesnya itu adalah urusan hati.
Coba saja dipikirkan, diceritakan, ataupun disimpan, yang namanya urusan hati jarang sekali bisa benar-benar diselesaikan.

Hmm.. Itu sih menurut Saya..
Ya karena memang itulah yang sedang Saya rasakan akhir-akhir ini =D Hahahaha

Urusan hati bisa bikin tidur gak nyenyak, nafsu makan hilang atau malah ada yang bisa jadi lebih rakus dari biasanya :B
Kadang urusan hati bisa bikin mood berubah-ubah..
Sebentar senang, sebentar sedih, sedih dan senang kok sebentar-sebentar :D Hahahaha

Urusan hati juga bisa merugikan sekitar kalau tidak dimanage dengan baik.
Misalnya;
Kamu dapat tugas untuk presentasi di sekolah, tapi karena pas sekali malamnya Kamu diputusin Pacarmu, eh bukannya pelajaran yang Kamu presentasikan, tapi Kamu malah mempresentasikan perasaanmu didepan kelas #loh
Gak lucu ya, memang Saya tidak ingin melucu :p

Tapi bagi sebagian orang, urusan hati bisa jadi sebuah keuntungan loh.
Contohnya;
Saat Kamu lagi sedih dan sangat butuh teman buat cerita atau sekedar nemenin Kamu jalan di mall, mau tidak mau Kamu mesti bertanggungjawab dengan urusan perut temanmu itu.. #Pengalaman
Jadi dalam kasus ini terdapat dua urusan, yaitu urusan perut dan hati :B Hahahah

Urusan hati sebaiknya tidak perlu terlalu serius dipikirkan, sadar atau tidak, sebenarnya urusan hati hanya berputar-putar disitu-situ saja loh.
Hanya saja terkadang penyebab dan objeknya yang berbeda.
Seberapa berat urusan hati yang Kamu rasakan bisa jadi berbanding lurus dengan objek dari penyebab timbulnya urusan hati itu.

Baiklaaaah..
Sekian luapan dari sungai pikiran yang Saya bahkan tidak mengerti bagaimana maksudnya ini dipersembahkan =D

Sebelum menjadi semakin tidak jelas, ada baiknya diakhiri meski pada kenyataannya belum juga berakhir =B

Dadaaaaaahhh......

Sabtu, 13 Juni 2015

Berjuta Rasanyaaaaaa.....

Hi guys!

Today I'm gonna share something which bothering me so a couple days ago..
Frankly, this is something I want to keep, but it feels so hard so I force myself to pour it here :D

Baiklaaaah..
*Tiba-tiba Barbie deg-deg-an banget nih guys >_<

Jadi gini,
Beberapa hari yang lalu, gue sempat ngerasa aneh banget sama diri sendiri.
Coba bayangin deh, gue yang biasanya sedih lihat makanan nganggur sampai dengan segala modus dan cara gue lakuin hingga tuh makanan mendarat sempurna di lambung gue, eh masa tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas dan tidak bisa diterima, GUE jadi GAK NAFSU MAKAN!

Oh NO! *Mata Belo*

Dan yang lebih membingungkan, gue yang hobby banget ngabisin waktu dan kegiatan di atas kasur, dan lagi, karena alasan yang tidak diketahui yang bahkan para peneliti pun ikutan pusing kayak Barbie, GUE sampai GAK BISA TIDUR!

Aku galaaaaaauuuuu #Sing (Backsound Syahrini-Galau)

Oh My Goodness!
What's wrong with me??? *BiarAgakMiripCincauLaurah

Well,
Akhirnya gue coba berpikir dengan keras, karena biar bagaimana pun keadaan ini bisa mengganggu kestabilan hati dan kemaslahatan orang-orang disekitar ane yang menggantungkan harapannya sama ane dong.. #ApaanSih #KasKuser
Stop! Mikir sampai ke arah sana aja udah bikin Barbie vertigo.. @_@

Usut punya usut, setelah gue shared sama beberapa orang kepercayaan gue, maka terpecahkanlah sudah sebuah misteri dimana hanya dia yang mampu melaksanakannya *DragonBall

Guys,
Mereka bilang klo GUE lagi JATUH CINTA!!!

Semua gejala yang timbul yang gue rasakan itu mengarah ke diagnosa paling indah sedunia, Falling In Love *Blushing

Mencoba untuk jujur, dan ini serius ya..
Gue pernah beberapa kali suka sama seseorang, tapi untuk ngerasain hal yang kayak gini tuh betul-betul baru kali ini, dan seseorang itu memang datang bener-bener disaat yang tepat..

Apa sih "saat yang tepat itu?"

Itu adalah saat dimana bukan hanya gue, tapi juga hati dan seutuhnya diri gue sudah siap untuk menerima sepotong hati yang baru :)

Rasanya tuh banyaaaak banget, kayak es teller ditambah sirup Marijan, maniiiiiiiis banget :)

Saking manisnya sampai gak bisa digambarkan dengan tangan, diungkapkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, diutarakan lewat mata, tersirat namun tak tersurat ^_^

Dan apa yang bisa gue lakuin adalah NOTHING guys :(

Bukaaaaaan! Bukan karena gue takut atau trauma atau apalah apalah, sama sekali bukaaaaan!
Tapi karena seseorang itu berada jauh disana dan Aku di rumah, memandang kagum pada dirinya lewat layar kaca.. #SingProjectPop alah bercanda lagi kan gueeeeh.. Ayo serius please =p


Iya guys, karena seseorang itu berada jauh disana, meski masih di satu Kepulauan Jawa.

Seseorang itu asalnya sih dari Kepulauan yang memiliki hamparan pantai yang cantik dan alami, salah satunya Pantai Pink dan menjadi salah satu list tujuan utama buat gue explore..
Dia sahabatnya sahabat gue waktu di Pare.
Sebelumnya sahabat gue bilang sih, jalanin aja dulu, buat tambah saudara dan teman.
Dan karena sahabat gue tahu banget diri gue dan pengalaman menyedihkan dari kisah percintaan gue sebelumnya, beberapa kali dia bilang supaya gue jaga hati, jaga hati, jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini #HAHAHA ='D

Well,
Sebenarnya gue itu termasuk katagori susah banget buat jatuh cinta.
Bahkan dalam hidup gue, pertama kali gue bener-benar ngerasain jatuh cinta itu saat gue baru lulus SMA, itupun sama sahabat gue sendiri. Beruntung dia punya rasa yang sama, meski akhirnya ternyata hubungan itu berjalan gak semulus hubungan persahabatan gue dan dia.
At least, hal itu memberi pelajaran bahwa terkadang gak semua hubungan percintaan yang dimulai dari sebuah persahabatan bisa berujung bahagia.
Malah bisa jadi salah satu faktor yang merusak hubungan persahabatan itu sendiri.

Terakhir, gue bener-bener ngerasain lagi yang namanya jatuh cinta itu kurang lebih hampir 2 tahun yang lalu.
Tapi ternyata Sukuisme menghancurkan segalanya.
Perasaan yang senantiasa tumbuh subur dalam hati, dipupuki dengan janji akan masa depan bersama, harus kandas bahkan tanpa ada peringatan sebelumnya... Sapu tangan, mana sapu tangan buat lap meja #eh buat lap mata.. ='B

Dan sisanya, bisa gue bilang hanya sebatas rasa suka atau kagum ketika lo lihat cowok ganteng atau cewek cantik lewat..
Dan semua orang normal merasakan hal itu bukan?
So there's nothing special about it :)

Tapi, ada hal yang buat gue sedikit optimis nih guys..
So far, seseorang itu bilang kalau dia senang berhubungan sama gue. Nyambung katanya sama gue #Blushing

Semoga ukhuwah ini bisa teruuus dan teruuus tanpa batas, lalu naik ke tingkat yang lebih tinggi dan berujung manis, bahkan lebih manis dari tetesan terakhir susu kental manis rasa cokelat.. Aamiin Ya Robbal'alamin ^_^

Satu harapan gue, gue pengen bisa ketemu seseorang itu, ngeliat langsung penampakannya di depan gue, tatap muka, kontak mata, bercanda dan ngobrol banyak sebagaimana yang gue dan dia lakuin di B*M dan telepon :)

Gak muluk-mulukan guys?

Karena biar bagaimana pun gue sadar, ditambah pengalaman sebelumnya yang belum rejeki gue buat berujung manis, sebisa mungkin gue pompa deh rasa ikhlas gue jauuuuuuuuuuh lebih besar daripada harapan gue.
Karena gue sendiri gak tahu mana diantara kesedihan dan kesenangan ini yang lebih baik buat gue.
Semua hanya Allah SWT yang tahu..
Gue tinggal berusaha ngelakuin yang terbaik, menjadi diri sendiri yang apa adanya, dan sisanya biar Allah SWT yang atur :)

Cup cup cup...
Jangan sedih gitu dooong.. Hahahahaha ='D
Bener-bener gue butuh makanan bergizi nih biar tenaga gue cukup buat menghadapi kenyataan.. #KenyataanIndah dong maksudnya.. Hahahaha ^o^

Ini ada beberapa lirik lagu yang pas banget kena hatiku =D

Om Ebiet G Ade - Cinta Sebening Embun

   "Selama musim belum bergulir, masih ada waktu saling membuka diri. Sejauh batas pengertian, pintupun tersibak, cinta mengalir sebening embun."


Kakak Nikka Costa - First Love

   "Will I ever find a way an answer to my pray.. Wish that I could show him what I'm feeling.."


Abang-abang BackstreetBoys - As Long As You Love Me

   "I don't care who you are, where you're from, don't care what you did as long as you love me.. Every little thing that you've said and done feels like it's deep within me. Doesn't really matter if you're on the run, it seems like we're meant to be."


Adera - Lebih Indah

   "Kini ku ingin hentikan waktu bila kau berada di dekatku, bunga cinta bermekaran dalam jiwaku, kan kupetik satu untukmu... Dan Kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah."


Ed Sheeran - Thinking Out Loud

   "... people fall in love in mysterious way, maybe it's a part of a plan. I just keep on making the same mistake, hoping that you'll understand."


Om Savage Garden - I Knew I Love You Before I Met You

   "There just no rhyme or reason, only a sense of completion.. I know that it might sound more than a little crazy but I believe.. I knew I love you before I met you.."


Kakak Jordin Sparks - Next To You

   "Baby let's get together and end this mystery.. Maybe we're friend, maybe we're more, maybe it's just my imagination.."


The Corrs - Runaway

   "I would runaway.. I would runaway.. I would runaway.. I would runaway with you because I falling in love with you."


Om Westlife - I Lay My Love On You

   "I lay my love on you, it's all I wanna do, everytime I breathe I feel brand new."


Dan yang terakhir ini bener-bener gue banget gethooooo... Dari Om Glenn Fredly, lagu ini bener-bener lagu sekaligus doa buat gue dan dia ^_^


Glenn Fredly - You're My Everything

   "Take me to your place where our hearts belong together, I will follow you coz you're the reason that I breathe. I'll come running to you, fill me with your love forever.. I promise you one thing that I will never let you go, coz you are my everything."


Gimanaaaaaa...... What a romantic I am!

Hahahahaha =D

Well,

Yang namanya jatuh cinta itu bener-bener indah, bikin gue makin bertambah semangat buat lewatin setiap harinya, membangkitkan kreativitas, dan semua hal positif lainnya..

Ya gak berusaha menyangkal juga sih, terkadang bikin gue mellow yang berujung galau =))

Kalian juga pasti pernah kan ngerasain yang namanya jatuh cinta :D

Yang penting, selama hal itu positif buat kita, terus lanjutkan.. Tapi ingat, jatuh cinta di dunia nyata itu gak semulus sinetron dan selicin batu akik yang digosok siang-malam.. Kita harus sabar kayak bawang putih, harus optimis kayak Putri Elsa "Frozen", harus punya hati yang kuat meski bukan terbuat dari semen Holc*m, dan segala kekuatan lain yang dimiliki superhero hollywood diluar sana.. Semua itu untuk apa coba??? Ya untuk senjata kita menghadapi kenyataan kalau-kalau semuanya itu diluar jangkauan dan harapan kita..


Tentunya kita mengharapkan hasil akhir yang terbaik kan, maka dari itu harus banyak-banyak juga berdoa dan minta yang terbaik sama Allah SWT, In Sha Allah, semua doa kita selalu didengar dan dikabulkan :)


Oops, udah adzan Ashr nih guys..

Sekian dulu ya cerita dari gue.. Mudah-mudahan yang galau bisa terinspirasi.. Yang lagi bahagia bisa terus bersyukur bahwa masih banyak diluar sana yang menantikan kehadiran pasangan..

Dadaaaaah ^_^

Siapa Yang Salah ???

Mengawali hari dengan penuh canda di kantor bersama teman-teman, gak terasa obrolan Kami sudah melanglang buana jauh padahal Kami masih duduk manis dikursi masing-masing.

Obrolan itu membuat Saya sedikit geli, namun juga terenyuh hingga kelapisan hati yang paling dalam.

Terbesit pertanyaan klasik yang sudah mainstream ditanyakan "Siapa yang salah?"

Saya, bahkan Kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat "Banci" atau "Bencong" atau  bahasa internasionalnya "Transgender", bahkan yang lebih parah lagi ada yang menyebutnya "Manusia Setengah Matang" bukan telor setengah matang loh ya, kalau yang itu mah makanan kesukaan Saya :9 #NyamNyam

*Kembali ke laptop :D

Kadang Saya merasa sedih (kenapa jadi mirip hastag #disitukadangsayamerasasedih ya)..

Ya begitulah,
Saya sedih karena dengan semakin banyaknya "Banci" dimuka bumi ini membuat Kami Perempuan kekurangan stok laki-laki tampan untuk dijadikan seorang Imam :p

Bagaimana tidak,
Kalau Kita perhatikan, kebanyakan "Banci" itu postur tubuhnya proporsional, wangi, tinggi, bersih, putih, rapih, ideal banget deh dari segi fisik.

Selain itu, dengan stigma para perempuan yang seperti itu, membuat sebagian lelaki tulen menghindari untuk merawat dirinya #Hadeeuh -_-

Membuat Kami, perempuan, sedikit menerjunkan secara bebas, bahkan tidak lagi memperdulikan penampilan fisik dari kriteria laki-laki ideal T_T
Bahkan kebanyakan dari teman-teman Saya menjauhi laki-laki yang keluar dari suatu tempat yang lagi naik tangga sekarang ini banyak diandalkan untuk bisa membentuk tubuh kekar dan berotot =[

Tidak hanya berhenti sampai disitu..
Dengan maraknya fenomena "Manusia Setengah Matang" seperti itu, membuat persaingan diantara para perempuan semakin ketat.
Karena perempuan bukan lagi bersaing dengan sesamanya dalam mencari pasangan, tapi bahkan malah bersaing dengan sosok yang seharusnya menjadi pendamping hidup mereka.. #Alamaaaak.. Pusing pala Barbie..

Kalau sudah seperti ini,
Siapa yang pantas untuk disalahkan?

Karena jelas Allah SWT menciptakan makhluknya berpasang-pasangan, bukan berpusing-pusingan #ApaanSih

Kembali lagi pada siapa yang pantas untuk disalahkan, ada banyak faktor sebenarnya yang menyebabkan fenomena ini eksis dan bahkan menjadi suatu gaya hidup bagi pelakunya..

Disadari atau tidak, Faktor lingkungan berperan penting loh.. Salah satunya adalah pendidikan yang salah pada masa kecil dengan membiarkan anak laki-laki berkembang dalam tingkah laku perempuan. Bahkan terkadang ada saja orangtua yang mendandani anak laki-lakinya dengan pernak-pernik milik anak perempuan, karena mungkin harapan akan kelahiran anak pertama seorang perempuan tidak terwujud.

Benar atau tidak, lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu faktor yang berperan besar dalam membentuk keperibadian, membangun gambaran diri, dan lain-lain..
Karena kebanyakan orang terutama usia remaja, mereka akan melakukan apa saja yang dilakukan oleh kelompok atau perorangan dimana mereka ingin dapat menjadi bagian dari suatu kelompok tersebut.

Ditambah lagi televisi era sekarang ini banyak sekali mengekspose atau memberitakan tentang "Manusia Setengah Matang" seolah-olah itu bukanlah sesuatu yang aneh, dan sudah menjadi hal yang lumrah.
Gak jarang pun dalam menaikan ratingnya, televisi "menjual" orang-orang seperti mereka.
Yang normal pun kadang diminta untuk ikut bertingkah seperti mereka.. #Ironis #Miris #Klimis (hastag yang terakhir abaikan saja :p).

Tentunya hal tersebut tidak baik. Akan ada banyak sekali dampak buruk yang muncul..

Contohnya Pertama, kita tahulah, kebanyakan dari mereka yang "Setengah Matang" jarang diterima dalam pergaulan sehari-hari, ditolak dalam komunitas, dan yang paling buruk ujung-ujungnya mereka hanya bergaul dengan orang-orang seperti mereka juga, berkutat dilingkungan yang sama. Kedua, dosa mereka pasti gede beuuudddd (yang ini sih Lillahita'ala) dan yang bisa menyadarkan mereka ya hanya diri mereka sendiri dan Allah SWT. Ketiga, dengan berada dalam pergaulan seperti itu, sama saja mereka sudah menandatangani kontrak mati dengan  penyakit paling mematikan di dunia yaitu HIV/AIDS. Orang waras manapun gak ada dong yang mau kena penyakit seperti ini???

Dan yang pasti mereka akan sangat sangat menderita dan sudah tersakiti luar dan dalam.
Emosi mereka juga unpredictable loh gaiiizz.. :(

Mengenaskan sangat!

Yuk,
Kalau kita lihat ada orang seperti itu disekitar kita, atau bahkan teman kita, sebisa mungkin jangan tolak atau membully mereka, tapi rangkul mereka, kalau perlu ospek atau tatar mereka supaya bisa jadi laki-laki tulen.
Dengan begitu kan setidaknya Kalian para lelaki sudah membantu mengurangi jumlah pesaing Kami =B HAHAHAHAHAHA

Sekianlah dulu sedikit tumpukan pikiran sotoy Saya yang datang tak dijemput, pulang tak diantar :D

See ya dihalaman selanjutnya ^_^

Kamis, 04 Juni 2015

Dilemma

Hello Thursday shining!!!

Hopefully you all guys in a better condition..

Well,
I wanna share something which makes me so confuse..

This feeling,
The feeling I've tried to buried down, but it Won't to..
I can't even control it at all :(
I'm trying to pretend that there's nothing happened to me..
How long I should keep this disguise?

I can't barely breath..
Suffocating..

I DON'T LIKE THIS SITUATION!!!

I think I should try to build a wall, so that I can hide not only heart but myself too..

If I could :(
And I wish I could..

Mengubur, Menyimpannya Jauh Ke Dalam

Biarlah hanya Allah SWT yang tahu seperti apa menjadi diri ini..
Biarlah hanya Allah SWT yang tahu bagaimana menjadi diri ini..
Biarlah hanya Allah SWT yang tau rasanya menjadi diri ini..

Biarlah semuanya, segala rasa, tumpukan kepedihan, kesedihan, kesengsaraan, kesendirian, kesalahan, kemunafikan, keserakahan, kebaikan, semuanya terkubur, jauh dan sangat jauh tersimpan hingga tak satupun yang dapat mampu menemukannya kecuali Allah SWT..

Kalau Kalian yang membaca ini berasumsi ini adalah kegalauan dari seorang Saya terhadap sesuatu yang duniawi, maaf Anda telah secara langsung mengakui bahwa itulah yang sedang Anda rasakan dan pikirkan..

Tapi apa yang tertulis disini, yang dijelaskan secara tidak gamblang dalam tulisan ini bukanlah untuk sesuatu yang bersifat sementara..

Ini adalah hubungan antara jiwa dengan penciptanya..

(Teruntuk 2 jiwa yang Kucintai melebihi cinta pada diri sendiri)