Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 13 Juni 2015

Siapa Yang Salah ???

Mengawali hari dengan penuh canda di kantor bersama teman-teman, gak terasa obrolan Kami sudah melanglang buana jauh padahal Kami masih duduk manis dikursi masing-masing.

Obrolan itu membuat Saya sedikit geli, namun juga terenyuh hingga kelapisan hati yang paling dalam.

Terbesit pertanyaan klasik yang sudah mainstream ditanyakan "Siapa yang salah?"

Saya, bahkan Kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat "Banci" atau "Bencong" atau  bahasa internasionalnya "Transgender", bahkan yang lebih parah lagi ada yang menyebutnya "Manusia Setengah Matang" bukan telor setengah matang loh ya, kalau yang itu mah makanan kesukaan Saya :9 #NyamNyam

*Kembali ke laptop :D

Kadang Saya merasa sedih (kenapa jadi mirip hastag #disitukadangsayamerasasedih ya)..

Ya begitulah,
Saya sedih karena dengan semakin banyaknya "Banci" dimuka bumi ini membuat Kami Perempuan kekurangan stok laki-laki tampan untuk dijadikan seorang Imam :p

Bagaimana tidak,
Kalau Kita perhatikan, kebanyakan "Banci" itu postur tubuhnya proporsional, wangi, tinggi, bersih, putih, rapih, ideal banget deh dari segi fisik.

Selain itu, dengan stigma para perempuan yang seperti itu, membuat sebagian lelaki tulen menghindari untuk merawat dirinya #Hadeeuh -_-

Membuat Kami, perempuan, sedikit menerjunkan secara bebas, bahkan tidak lagi memperdulikan penampilan fisik dari kriteria laki-laki ideal T_T
Bahkan kebanyakan dari teman-teman Saya menjauhi laki-laki yang keluar dari suatu tempat yang lagi naik tangga sekarang ini banyak diandalkan untuk bisa membentuk tubuh kekar dan berotot =[

Tidak hanya berhenti sampai disitu..
Dengan maraknya fenomena "Manusia Setengah Matang" seperti itu, membuat persaingan diantara para perempuan semakin ketat.
Karena perempuan bukan lagi bersaing dengan sesamanya dalam mencari pasangan, tapi bahkan malah bersaing dengan sosok yang seharusnya menjadi pendamping hidup mereka.. #Alamaaaak.. Pusing pala Barbie..

Kalau sudah seperti ini,
Siapa yang pantas untuk disalahkan?

Karena jelas Allah SWT menciptakan makhluknya berpasang-pasangan, bukan berpusing-pusingan #ApaanSih

Kembali lagi pada siapa yang pantas untuk disalahkan, ada banyak faktor sebenarnya yang menyebabkan fenomena ini eksis dan bahkan menjadi suatu gaya hidup bagi pelakunya..

Disadari atau tidak, Faktor lingkungan berperan penting loh.. Salah satunya adalah pendidikan yang salah pada masa kecil dengan membiarkan anak laki-laki berkembang dalam tingkah laku perempuan. Bahkan terkadang ada saja orangtua yang mendandani anak laki-lakinya dengan pernak-pernik milik anak perempuan, karena mungkin harapan akan kelahiran anak pertama seorang perempuan tidak terwujud.

Benar atau tidak, lingkungan pergaulan juga menjadi salah satu faktor yang berperan besar dalam membentuk keperibadian, membangun gambaran diri, dan lain-lain..
Karena kebanyakan orang terutama usia remaja, mereka akan melakukan apa saja yang dilakukan oleh kelompok atau perorangan dimana mereka ingin dapat menjadi bagian dari suatu kelompok tersebut.

Ditambah lagi televisi era sekarang ini banyak sekali mengekspose atau memberitakan tentang "Manusia Setengah Matang" seolah-olah itu bukanlah sesuatu yang aneh, dan sudah menjadi hal yang lumrah.
Gak jarang pun dalam menaikan ratingnya, televisi "menjual" orang-orang seperti mereka.
Yang normal pun kadang diminta untuk ikut bertingkah seperti mereka.. #Ironis #Miris #Klimis (hastag yang terakhir abaikan saja :p).

Tentunya hal tersebut tidak baik. Akan ada banyak sekali dampak buruk yang muncul..

Contohnya Pertama, kita tahulah, kebanyakan dari mereka yang "Setengah Matang" jarang diterima dalam pergaulan sehari-hari, ditolak dalam komunitas, dan yang paling buruk ujung-ujungnya mereka hanya bergaul dengan orang-orang seperti mereka juga, berkutat dilingkungan yang sama. Kedua, dosa mereka pasti gede beuuudddd (yang ini sih Lillahita'ala) dan yang bisa menyadarkan mereka ya hanya diri mereka sendiri dan Allah SWT. Ketiga, dengan berada dalam pergaulan seperti itu, sama saja mereka sudah menandatangani kontrak mati dengan  penyakit paling mematikan di dunia yaitu HIV/AIDS. Orang waras manapun gak ada dong yang mau kena penyakit seperti ini???

Dan yang pasti mereka akan sangat sangat menderita dan sudah tersakiti luar dan dalam.
Emosi mereka juga unpredictable loh gaiiizz.. :(

Mengenaskan sangat!

Yuk,
Kalau kita lihat ada orang seperti itu disekitar kita, atau bahkan teman kita, sebisa mungkin jangan tolak atau membully mereka, tapi rangkul mereka, kalau perlu ospek atau tatar mereka supaya bisa jadi laki-laki tulen.
Dengan begitu kan setidaknya Kalian para lelaki sudah membantu mengurangi jumlah pesaing Kami =B HAHAHAHAHAHA

Sekianlah dulu sedikit tumpukan pikiran sotoy Saya yang datang tak dijemput, pulang tak diantar :D

See ya dihalaman selanjutnya ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar